Friday, 2 December 2011

Pendapat Para Imam Dan Muhaddithin Tentang Bida'ah

Al Hafidh Al Muhaddits Al Imam Muhammad bin Idris Assyafii rahimahullah
(Imam Syafii)


Berkata Imam Syafii bahwa bid’ah terbagi dua, yaitu bid’ah mahmudah (terpuji) dan
bid’ah madzmumah (tercela), maka yang sejalan dengan sunnah maka ia terpuji, dan
yang tidak selaras dengan sunnah adalah tercela, beliau berdalil dengan ucapan Umar
bin Khattab ra mengenai shalat tarawih : “inilah sebaik baik bid’ah”. (Tafsir Imam
Qurtubiy juz 2 hal 86-87)

Al Imam Al Hafidh Muhammad bin Ahmad Al Qurtubiy rahimahullah

“Menanggapi ucapan ini (ucapan Imam Syafii), maka kukatakan (Imam Qurtubi
berkata) bahwa makna hadits Nabi saw yang berbunyi : “seburuk buruk permasalahan
adalah hal yang baru, dan semua Bid’ah adalah dhalalah” (wa syarrul umuuri
muhdatsaatuha wa kullu bid’atin dhalaalah), yang dimaksud adalah hal hal yang tidak
sejalan dengan Alqur’an dan Sunnah Rasul saw, atau perbuatan Sahabat radhiyallahu
‘anhum, sungguh telah diperjelas mengenai hal ini oleh hadits lainnya : “Barangsiapa
membuat buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala
orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan
barangsiapa membuat buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya
dan dosa orang yang mengikutinya” (Shahih Muslim hadits no.1017) . (Tafsir
Imam Qurtubiy juz 2 hal 87)

Al Muhaddits Al Hafidh Al Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf Annawawiy
rahimahullah (Imam Nawawi)


“Penjelasan mengenai hadits : “Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam
islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak
berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yang
dosanya”, hadits ini merupakan anjuran untuk membuat kebiasaan kebiasaan yang
baik, dan ancaman untuk membuat kebiasaan yang buruk, dan pada hadits ini terdapat
pengecualian dari sabda beliau saw : “semua yang baru adalah Bid’ah, dan semua
yang Bid’ah adalah sesat”, sungguh yang dimaksudkan adalah hal baru yang buruk
dan Bid’ah yang tercela”. (Syarh Annawawi ‘ala Shahih Muslim juz 7 hal 104-105)
Dan berkata pula Imam Nawawi bahwa Ulama membagi bid’ah menjadi 5:

Bid’ah yang wajib
Bid’ah yang mandub
bid’ah yang mubah
bid’ah yang makruh
bid’ah yang haram

Bid’ah yang wajib contohnya adalah mencantumkan dalil dalil pada ucapan ucapan
yang menentang kemungkaran

contoh bid’ah yang mandub (mendapat pahala bila dilakukan dan tak mendapat dosa bila ditinggalkan) adalah membuat buku buku ilmu syariah, membangun majelis taklim dan pesantren,

Bid'ah yang Mubah adalah bermacam macam dari jenis makanan,

Bid’ah makruh dan haram sudah jelas diketahui, demikianlah makna pengecualian dan kekhususan dari makna yang umum,
sebagaimana ucapan Umar ra atas jamaah tarawih bahwa inilah sebaik2 bid’ah”.
(Syarh Imam Nawawi ala shahih Muslim Juz 6 hal 154-155)


Al Hafidh AL Muhaddits Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy
rahimahullah


Mengenai hadits “Bid’ah Dhalalah” ini bermakna “Aammun makhsush”, (sesuatu yang
umum yang ada pengecualiannya),
seperti firman Allah : “… yang Menghancurkan
segala sesuatu” (QS Al Ahqaf 25) dan kenyataannya tidak segalanya hancur,

“Sungguh telah kupastikan ketentuanku untuk memenuhi jahannam
dengan jin dan manusia keseluruhannya” QS Assajdah-13), dan pada
kenyataannya bukan semua manusia masuk neraka, tapi ayat itu bukan bermakna
keseluruhan tapi bermakna seluruh musyrikin dan orang dhalim.pen) atau hadits : “aku
dan hari kiamat bagaikan kedua jari ini” (dan kenyataannya kiamat masih ribuan tahun
setelah wafatnya Rasul saw) (Syarh Assuyuthiy Juz 3 hal 189).

Maka bila muncul pemahaman di akhir zaman yang bertentangan dengan pemahaman
para Muhaddits maka mestilah kita berhati hati darimanakah ilmu mereka?,
berdasarkan apa pemahaman mereka?, atau seorang yang disebut imam padahal ia
tak mencapai derajat hafidh atau muhaddits?, atau hanya ucapan orang yang tak
punya sanad, hanya menukil menukil hadits dan mentakwilkan semaunya tanpa
memperdulikan fatwa fatwa para Imam?

NaTiJaH KEBAIKAN

Janganlah kita takut dalam melakukan kebaikan
walaupun di sepanjangnya kita dimaki dan dihamun
dan pelbagai kesusahan yang dihadapi dalam beristiqamah melakukan kebaikan
tidak ada yang bernilai dalam kehidupan ini melainkan seseorang yang sentiasa melakukan kebaikan
apala yang hendak dibanggakan dengan kehidupan ini jika tidak ada sedikit pun kebaikan yang dilakukannya
walaupun hidupnya ditenggelami dengan harta dan kemasyhuran
hidupnya tidak bermakna dengan harta dan pangkat
jika dengan harta dan pangkatnya tidak menjuruskan seseorang dalam melakukan kebaikan

apakah yang ada disebalik kebaikan ini
adakah ia sesuatu yang sia-sia dan meletihkan

daripada hadith riwayat muslim
barangsiapa yang melapangkan kesusahan(kesempitan)untuk seorang mukmin di dunia
maka Allah akan melapangkan baginya kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat
dn barangsiapa memudahkan kesukaran seseorang maka allah memudahkan baginya di dunia dan di akhirat

dalam riwayat yang lain ada menyatakan
janganlah meremehkan sedikitpun tentang kebaikan
walaupun hanya menjumpai kawan dengan berwajah yang ceria (senyum)

Asysyihaab meriwayatkan
barangsiapa yang dibukakan baginya pintu kebaikan
hendaklah ia memanfaatkan kesempatan itu
untuk membuat kebaikan
kerana ia tidak tahu bilakah pintu kebaikan itu akan ditutup baginya

Abu Hanifah meriwayatkan
kebaikan itu sungguh banyak
tetapi sungguh sedikit yang mengamalnya

Al-Bukhari meriwayatkan
orang yang memberi jalan dan galakan dlam melakukan kebaikan
sama pahalanya seperti orang yang melakukan kebaikan


gunalah apa yang Allah berikan kepada kita
untuk melakukan kebaikan
disebalik kebaikan yang dilakukan
janganlah kita harapkan terima kasih dan balasan daripada makhluk
tetapi
haraplah redha dan ganjaran daripada Allah
kerana balasan Allah itu terlebih baik daripada segala-gala balasan

kebaikan adalah ubat yang paling mujarab dalam mengubati penyakit jiwa
sesiapa yang ada kesusahan buatlah kebaikan
sesiapa yang tidak tenang hidupnya, buatlah kebaikan
sesiapa yang mengalami masalah, buatlah kebaikan
sesiapa yang ditindas, buatlah kebaikan
pasti semua masalah itu akan dimudahkan
dan Allah akan keluarkan mereka daripada belengu-belenggu ketakutan

jika Allah mudahkan urusan kita di dunia
insyaAllah Allah akan mudahkan urusan kita di akhirat
Ibnu Taimiyah ada mengatakan
sesiapa yang tidak mendapat ketenangan di dunia
mana mungkin dia akan mendapat ketenangan di akhir

namun dalam melakukan kebaikan
ISTIQOMAH adalah satu perkara yang penting
imam Al-Ghazali menukilkan
cara untuk beristiqomah dalam kebaikan
antaranya ialah
sentiasa membaca dan menghayati ayat-ayat Al-Quran
sentiasa melakukan solah-solah sunat
dan sentiasa mengingati kematian

jadi
peluang umur yang Allah anugerahkan kepada kita sekarang
janganlah kita biarkan ia berlalu begitu sahaja
tanpa kita isikannya dengan perkara-perkara kebaikan

jom kita jadikan hidup kita untuk melakukan kebaikan

permulaan kalam

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM...
ALHAMDULILLAH
segala puji-pujian hanyalah di panjatkan kepada Allah
tempat yang selayaknya dipuji dan disanjungi
Dialah Allah yang mencipta langit dan bumi serta diantaranya

Dan Dialah Allah yang mentadbir perjalanan seluruh alam dan makhluk
maka selayaknyalah sebagai seorang insan dan hamba
perkataan syukur mestilah sentiasa keluar daripada ungkapan bibir dan terlintas di lintasan hati
sesungguhnya orang yang bersyukur Allah akan menambahi nikmatnya
dan sesiapa yang tidak bersyukur maka tunggulah azab yang amat pedih daripada Allah

tidak ada perkara dan alasan untuk seorang hamba menjauhi daripada bersyukur
walaupun keadaan nya sekarang begitu gundah gulana
hati yang resah dan gelisah

NAMUN
sebelum datangnya kesusahan dan kegundahan itu
berapa banyak kah mulutnya mengulirkan senyuman
berapa banyak kah hatinya terasa aman dan tenteram
berapa banyak kah kehidupan nya di hiasi dengan kegembiraan dan kebahagiaan
dan
kadand-kadang
beratus kali dan bahkan beribu kali
tatkala sesuatu kesusahan yang menghinggapi kehidupan nya
dan dia merasakan sudah tidak ada jalan keluar daripadanya
namun tanpa disedari Allah telah keluarkan nya daripada masalah tersebut
dan selepas itu ia mampu untuk mengukirkn senyuman di bibirnya
dan hatinya merasakan begitu aman dan bahagia

maka selepas itu datang pula perkara yang menyedihkan sehingga hati merintih kesusahan
hidup merasakan hilang segala-galanya
tatkala ini
ingtlah sesungguhnya
sebelum ini
berapa kalikah Allah telah keluarkan diri kita daripada dicengkami dengn kegundahan dan kegelisahan
sehingga kita mampu untuk meneruskan kehidupan dengan bahagia dan gembira

maka apa pun keadaan kita sekarang
janganlah mulut dan hati ini terlepas daripada mensyukuri nikmat-nikmat Allah
dan tanda seorang hamba yang bersyukur
adalah akan lahir daripada perbuatannya
segala perbuatan dan tindak tanduk nya hanyalah akan mengikuti seluruh perintah Allah

ambillah daripada kisah nabi ayub a.s
dimana Allah telah datangkan ujian kepadanya
iaitu penyakit kulit yang sangat dasyat
tetapi apa yang terungkap di mulut nabi ayub a.s
kata nabi ayub:
tidak bolehkah aku menjadi seorang hamba yang bersyukur dengan keadaan aku sekarang ini
kerana sebelum ini Allah telah biarkan aku dalam keadaan sihat yang begitu lama
dan aku malu untuk meminta kepada Allah untuk menyembuhkan penyakit ini yang singkat masanya daripada aku berada dalam keadaan sihat yang lebih lama daripada keadaan sakit ini
lalu dengan serta merta Allah sembuhkan nabi ayub a.s

begitu indahnya kehidupan ini jika dihiasi dengan syukur..

mmmm....

Blog dh ade tp xtau plk nk tulis ape ni...
nk tulis ape ye...
ke nk merapu je...
xpe2 nt aku try masuk blog org lain
nk tengk ape yg dorng tuliss...
tp best gak blog ni..
aku rase bleh je aku lepas perasaan kt sini...
hahaha

Thursday, 1 December 2011

Pelayaran Bermula

testingggg...testtingggg....testtinngggg....
ooooo...ni blog rupenyeee...
aku baru nk try2 ni...
xtau lg ape yg best ni...
xtau la pahni aku xtve ke x tulis blog ni...
hahahahah
ape2 pn pelayaran akan bermula tp xtau r setakat mana...
jommmmm
zzzzzzooooooommmmmmmmm